Investasi Reksa Dana BRI : Pengertian, Keuntungan dan Cara Membelinya

Ekonomiupri.id – Kalian yang ingin mendapatkan keuntungan dengan mudah dan dijamin aman, maka investasi reksa dana BRI bisa menjadi solusinya.

Investasi ini cocok untuk pemula, karena pengelolaannya yang tidak sulit. Di berbagai instrumen investasi yang dapat di pilih oleh masyarakat, reksadana satu ini menjadi salah satu pilihan terbaik.

Alasan nya, karena instrumen tersebrt memiliki cara kerja yang fleksibel dan juga dikelola oleh manajer investasi dengan kemampuan & pengalaman terjamin.

Reksadana ini dimulai dengan modal yang kecil, sehingga mudah untuk dijangkau oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Umumnya, reksa dana BRI ialah tempat pengelolaan modal (dana) investasi yang digunakan oleh masyarakat, supaya bisa menanam modal pada instrumen pasar modal (pasar uang).

Pastinya sebagai produk reksa dana, layanan dari BBRI ini bisa dipertimbangkan untuk dijadikan tempat berinvestasi. Maka dari itu, supaya lebih memahami lebih dalam mengenai investasi reksa dana BRI, kalian bisa menyimak artikel ini hingga selesai.

Sekilas Tentang Investasi Reksa Dana BRI

Investasi Reksa Dana BRI

Reksadana adalah salah satu instrumen investasi yang banyak dilirk dan dipilih oleh pemilik modal (investor).

Umumnya, reksadana merupakan tempat berkumpulnya dana dari para investor yang diinvestasikan di portofolio efek serta dikelola manajer investasi.

Apalagi dengan aktivitas investasi yang lebih simple, karena pengelolaannya dilakukan oleh pihak yang berpengalaman dan kompeten di bidangnya seperti manajer investasi.

Dan juga investasi pada instrumen ini bisa di mulai dengan modal kecil, jadi sangat terjangkau untuk masyarakat di berbagai kalangan.

Sedangkan, BRI reksadana sendiri adalah tempat pengelolaan modal (dana) yang digunakan oleh investor untuk melakukan investasi pada instrumen pasar modal atau pun pasar uang.

Hadirnya investasi yang satu ini merupakan bentuk kerja sama dari 12 manajemen investasi profesional dan ternama.

Atau bisa di bilang kredibilitas dari layanan ini tak perlu diragukan, apalagi ditawarkan oleh salah satu perusahaan ternama di indonesia.

Jika kalian ingin membeli reksadana di BRI , hal ini tidak secara otomatis bahwa reksadana merupakan produk di BBRI. Namun, reksadana BRI bisa berupa produk reksadana yang dijalankan oleh manajer investasi yang telah kerja sama dengan pihak perbankan.

Jenis – Jenis Investasi Reksa Dana BRI

Jenis - Jenis Investasi Reksa Dana BRI

BRI sebagai salah satu perusahaan perbankan terbesar di indonesia dan memiliki jaringan yang luas, perbankan yang satu ini juga menawarkan layanan reksadana BRI dan reksadana BRI Syariah loh.

Perlu kalian ketahui, bahwa peran BRI pada layanan tersebur ialah sebagai agen penjual dan reksadana dan juga tidak bertanggung jawab apabila terjadi tuntunan atau pun risiko dalam pengelolaannya.

Adapun beberapa produk reksadana yang tersedia di dalam perbangkan tersebut, diantaranya sebagai berikut :

  • PT Schroders Investment Management Indonesia
  • PT BNP Paribas Investment Partners
  • PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
  • PT Danareksa Investment Management
  • PT Henan Putihrai Assets Management
  • PT Bahana TCW Investment
  • PT Trimegah Assets Management
  • PT Kresna Assets Management

Selain itu, Reksa Dana BRI juga memiliki beberapa Jenis reksadana yang perlu kalian ketahui, diantaranya sebagai berikut :

1. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana jenis ini, modal atau dana akan semua (100%) ditempatkan di produk pasar uang. Dengan tujuan memberikan keuntungan menarik melalui investasi di instrumen pasar uang.

Seperti obligasi dengan masa jatuh tempo dibawah 12 bulan (1 tahun), serta sertifikat bank indonesia (SBI) dan deposito.

Reksa dana uang ini biasanya dilakukan untuk investasi yang berjangka pendek, yang bisa memberikan keuntungan optimal dan tetap aman.

Pastinya pemilihan instrumen dilakukan secara selektif supaya menekan tingkat risiko yang akan datang. Secara umum, reksa dana jenis ini bisa memberikan imbalan hasil sekitar 6 sampai 8% per-tahun.

Tak hanya itu saja, reksadana jenis ini juga berguna untuk memberikan tingkat likuiditas tinggi supaya dapat memenuhi kebutuhan tunai di waktu singkat.

Dengan alasan, karena modal ditempatkan di instrumen yang bisa dicairkan kapan saja tanpa menunggu jatuhnya tempo.

Adapun keuntungan lainnya yaitu tidak ada beban biaya pembelian atau pin penjualan di reksadana pasar uang ini.

2. Reksa Dana Saham

Reksadana saham ini sangat cocok untuk kalian yang ingin melakukan investasi berjangka panjang dan memiliki profil risiko agresif.

Secara umum, investasi ini menempatkan 80% modal di saham dan sisanya di instrumen lain dengan tingkat risiko lebih rendah (Surat utang & pasar uang).

Dengan kata lain, risiko dari reksadana saham ini paling tinggi diantara jenis reksadana lainnya. Akan tetapi, peluang mendapatkan keuntungan juga termasuk paling tinggi dan fluktuatis.

Oleh karena itu, tidak perlu heran lagi jika investasi ini banyak di pilih oleh para investor agresif dengan investasi di atas 5 tahunan.

3. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Pada reksadana pendapatan tetap ini mengalokasikan modal di obligasi atau surat utang. Reksa Dana jenis ini cocok untuk mendapatkan tingkat pengembalian menjanjikan dengan fokus stabilitasi modal (dana).

Apabila ingin membeli reksadana ini, mayoritas modal akan ditempatkan pada obligasi (surat utang) berjangka panjang. Kinerja dari reksadana jenis ini dipengaruhi oleh perubahan dari suku bunga acuan Bank Indonesia.

Jika dibandingkan dengan reksadana lainnya, reksadana pendapatan tetap memiliki tingkat return lebih kecil sekitar 5-10%. Akan tetapi, selama tingkatkan bunga tidak mengalami kenaikan maka risiko dari investasi akan lebih stabil.

4. Reksa Dana Campuran

Reksadana campuran ini merupakan kombinasi investasi dari berbagai instrumen mulai dari pasar uanga, saham dan obligasi. Dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang, tetapi risiko tetap bisa diminimalkan.

Cara Beli Reksa Dana BRI

Cara Beli Reksa Dana BRI

Sebenarnya untuk membeli reksadana BRI maupun BRI syariah tidaklah sulit. Selain itu juga, persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa mendapatkan layanan ini juga cukup mudah dan tidak menyulitkan.

Untuk kalian yang ingin membelinya, Berikut ini cara membeli reksadana di BRI tanpa ribet, mudah dan cepat :

  • Kunjungi kantor bank BRI terdekat yang sudah memiliki izin APERD.
  • Siapkan sejumlah dokumen yang diperlukan untuk mendaftar layanannya (Fotokopi KTP, SIM, NPWP serta buku tabungan).
  • Lalu isi formulir pendaftaran reksadana, profil risiko nasabah dan surat pernyataan pemahaman atas risiko investasi.
  • Kemudian Pilih reksadana terbaik yang di inginkan.
  • Setelah itu, Isi formulir transaksi pada layanan investasi.
  • Maka dari itu, Bank BRI akan melakukan prosesan pembelian reksadana
  • Kalian akan mendapatkan surat konfirmasi transaksi dan bukti kepemilikan unit penyertaan yang dikeluarkan oleh Bank Kustodian, Selesai.

Perlu diketahui, bahwa surat konfirmasi tersebut merupakan berkas yang menunjukkan nilai net (nilai bersih), NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit mau pun harga pembelian reksadana, jumlah dari unit penyertaan yang diperjual-belikan, serta saldo terakhir unit penyertaan.

Keuntungan Dari Membeli Reksadana BRI

Keuntungan Dari Membeli Reksadana BRI

Reksa dana BRI merupakan salah satu instrumen yang bisa kalian pilih jika ingin mulai berinvestasi. Layanan ini tidak memiliki minimal dalam melakukan investasi di bank BRI sehingga cocok untuk pemula.

Membeli reksadana di BRI akan menawarkan berbagai macam keuntungan untuk para investor, Salah satunya fasilitas installment Reksadana. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan nasabah untuk menempatkan dana pada reksadana secara rutin.

Keunggulan dari fasilitas reksadana ini yaitu memberikan kemudahan untuk nasabah saat ingin melakukan top up secara berkala.

Jadi, kalian bisa melakukan top up berkala tanpa harus melakukan transaksi pembelian (subscription).

Rekening tabungan akan terhubung dengan akun reksadana, sehingga akan melakukan autodebet dengan jumlah dan tanggal yang sudah ditentukan.

Selain memudahkan melakukan top up, fasilitas ini juga memberi kemudahan dalam mencairkan reksadana BRI.

Dan berikut ini beberapa manfaat dari fasilitas Installment Plan Reksadana BRI, diantaranya sebagai berikut:

  • Sarana untuk berinvestasi sejak dini serta melatih disiplin dalam melakukan investasi.
  • Memberikan kemudahan melakukan transaksi reksadana, karena nasabah hanya perlu datang ke Uker BRI pada awal transaksi
  • Menawarkan fleksibilitas, jadi kalian bisa menentukan sendiri jumlah investasi rutin bulanan dan pilihan reksadana yang sesuai kebutuhan
  • Menjadi sarana untuk menerapkan konsep dollar cost averaging, sehingga bisa meminimalisir risiko yang disebabkan fluktuasi NAB/unit.
  • Bisa membandingkan potensi keuntungan pembelian secara sedikit demi sedikit atau pun sekaligus.

Risiko Yang Ada Di Investasi Reksa Dana

Risiko Yang Ada Di Investasi Reksa Dana

Investasi reksadana ini menawarkan berbagai kelebihan dan juga keuntungan. Akan tetapi, sama seperti instrumen investasi lainnya, investasi reksadana ini juga memiliki risiko yang perlu di pertimbangkan sebelum memutuskan membeli-nya.

Beberapa risiko investasi reksadana, diantaranya sebagai berikut:

1. Risiko Penurunan Nilai

Salah satu risiko yang harus kalian ketahui saat berinvestasi reksadana yaitu risiko penurunan nilai. Harga reksadana bisa di lihat dari hasil bagi nilai aktiva bersih (NAB), dengan jumlah unit penyertaan (UP) reksadana yang dimiliki (NAB/UP).

Risiko penurunan nilai tergantung dari produk reksadana yang di pilih. Reksadana pasar biasanya lebih stabil, karena portofolio investasinya berisi deposito dan obligasi dalam jangka satu tahun. Sedangkan untuk reksadana saham berisiko nilai berkurang, karena harga saham yang sangat volatil.

2. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas bunga reksadana BRI bisa muncul, apabila perusahaan manajer investasi terlambat menyediakan dana saat investor melakukan penjualan produk.

Namun berdasarkan peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), hasil penjualan reksadana paling lama harus sudah ditransfer ke rekening investor maksimal tujuh hari kerja.

3. Risiko Wanprestasi

Risiko ini bisa terjadi apabila perusahaan manajer investasi gagal melakukan kewajibannya. Contohnya, produk reksadana untuk kepemilikan obligasi dari perusahaan D.

Misal suatu waktu perusahaan tersebut tidak bisa membayar kupon dan modal pokok nasabah, maka risiko ini pastinya sangat berpengaruh terhadap kinerja produk reksadana-nya.

4. Risiko Ekonomi dan Politik

Risiko ini juga harus kalian waspadai saat berinvestasi reksadana, yaitu apabila terjadi perubahan kebijakan ekonomi dan politik. Kondisi ini bisa mempengaruh kinerja produk dan portofolio efek dari produk reksadana yang kalian pilih.

Biaya Transaksi dan Fee untuk Membeli Reksa Dana BRI

Kalian yang ingin membeli atau daftar reksadana BRI, akan ada beberapa biaya transaksi dan fee yang akan dibebankan kepada nasabah atau investor.

Biaya yang perlu kalian tanggung untuk membeli reksadana, Diantaranya sebagai berikut :

  • Biaya pembelian unit penyertaan (Ubscription fee)
  • Biaya penjualan kembali unit penyertaan (Redemption fee)
  • Biaya pengalihan unit penyertaan (Switching fee)
  • Biaya transfer bank terkait transaksi

Keunggulan dari fasilitas reksadana BRI ini, yaitu memberikan kemudahan untuk nasabah yang ingin melakukan top up secara berkala.

Jadi, kalian bisa melakukan top up berkala tanpa harus melakukan transaksi pembelian (subscription).

Dan kalian hanya akan dibebankan biaya untuk transaksi di awal saja, dengan transaksi selanjutnya bisa dilakukan secara gratis.

Artikel Serupa :

/* */